Kenali Perhitungan Nishab Zakat Mal Supaya Menunaikan Kewajiban Sebagaimana Mestinya

Ketika mendengar pembahasan mengenai zakat maal maka banyak umat muslim merasa rancu, sebab zakat satu ini memang sampai sekarang menjadi perdebatan. Zaman sudah berubah sebab dulunya orang bekerja hanya seputar perdagangan, beternak, menjadi pelayan, dan sebagainya. Namun kini jenis pekerjaan semakin bertambah dan mereka semua digaji oleh pemilik usaha. Gaji yang diterima pun terkadang masih di sisipi aneka macam tunjangan, dan sekali dalam setahun menerima gaji ke-13 dan ke-14, maka zakat maal pun dibahas lebih mendalam.

Kenali Nishab untuk Zakat Profesi

Beberapa orang memilih membayar zakat profesi per bulan dengan langsung mengurangi 2.5% dari total gaji atau pendapatan usaha yang diterima. Cara ini sah untuk dipilih dan dilakukan sebab hasil akhir perhitungannya sendiri memang sudah sesuai dengan aturan Islam. Opsional lain adalah mengeluarkannya sekali dalam setahun dan tentunya dalam jumlah yang lumayan. Sebab nishabnya sendiri sekitar Rp 1.062.500 dan jika sudah melebihi nishab maka jumlah uang yang dikeluarkan untuk zakat akan bertambah lebih besar.

Tidak semua orang paham mengenai jumlah nishab zakat mal sehingga tidak terlalu mengetahui apakah dirinya sudah wajib membayar zakat atau belum. Perhitungan nishab ini menggunakan nilai uang dari hasil 85 gram emas sehingga bisa dihitung sendiri batas atau nishab tersebut. Ketika gaji per tahun Anda sudah sejumlah harga 85 gram emas maka dipastikan Anda sudah wajib mengeluarkan zakat. Jika berada di bawah nishab maka Anda tidak memiliki kewajiban, namun memberikan sebagian harta pada yang membutuhkan termasuk amal sedekah yang perlu dibudayakan.

Membudayakan kebiasaan bersedekah meringankan beban berzakat yang hukumnya wajib sehingga tidak bisa ditawar lagi. Kebiasaan baik bersedekah pun membawa banyak manfaat, diantaranya adalah:

  1. Membersihkan harta yang dimiliki sebab harta tersebut sebagian kecilnya merupakan milik saudara semuslim kita.
  2. Menanamkan sifat kasih sayang dan empati kepada orang sekitar sehingga ikhlas membantu meringankan beban finansial mereka.

Memupuk semangat untuk bekerja lebih giat sehingga bisa membantu lebih banyak kepada orang yang membutuhkan.

Sumber

Bagaimana Kita Mempersiapkan Biaya Untuk Pendidikan Anak

Bagaimana kita mempersiapkan biaya untuk pendidikan anak – Mahalnya biaya pendidikan anak adalah sesuatu yang membuat banyak orangtua pusing kepala, dan alasan utama kenapa banyak anak muda sekarang yang memilih menunda mempunyai anak sebelum mapan. Namun untungnya, sekarang ini sudah banyak produk dan jasa dari bank, asuransi, dan juga investasi, yang bisa menjadi tempat Anda menyimpan dana untuk pendidikan anak di masa depan.

Salah satu bentuk simpanan biaya pendidikan untuk anak tersebut adalah dengan menggunakan tabungan pendidikan yang banyak ditawarkan oleh bank-bank di Indonesia. Tetapi apakah ini merupakan pilihan tepat? Mari lihatlah keuntungannya lebih dahulu:

  1. Sistem yang sudah familiar
    Anda pasti sudah tahu persis bagaimana membuka rekening dan menyisihkan dana setiap bulan untuk ditabung di dalamnya. Mudah, sederhana, dan familiar.
  2. Dilindungi
    Tabungan merupakan produk bank yang dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ini berarti, bahkan jika bank kolaps sekalipun, simpanan Anda akan tetap aman.
  3. Bunga pasti
    Bunga di tabungan pendidikan tersebut sudah ditetapkan oleh bank, dan tidak akan mengurangi nilai dari simpanan Anda.
  4. Ada fitur asuransi jiwa gratis
    Untuk berjaga-jaga seandainya orang tua meninggal lebih dulu sebelum anak masuk sekolah, memastikan bahwa setoran tabungan tetap masuk.

Kelihatannya sangat menguntungkan, bukan? Mudah, pasti, dan ada proteksi. Apa yang kurang? Sekarang, mari lihat kelemahannya:

  1. Bunga tabungan rendah
    Paling maksimal, bunga tabungan mungkin hanya mencapai sekitar 6% saja. Padahal, inflasi pendidikan bisa mencapai 10-15%. Anda tak akan bisa mengejarnya.
  2. Anda harus meningkatkan angsuran
    Ini karena supaya Anda bisa mengejar tingkat inflasi pendidikan yang tinggi, yang tidak bisa dibandingkan dengan inflasi biaya pendidikan itu sendiri.

Meskipun kekurangannya hanya terlihat sedikit, tapi tabungan pendidikan bukanlah pilihan yang terlalu bijak untuk menyiapkan dana biaya pendidikan anak di masa depan. Terlalu sedikit bunganya, tak seimbang dengan inflasi yang bisa meningkat tajam di dunia pendidikan. Untuk jangka panjang, tabungan masih memiliki banyak kekurangan. Meski tabungan ini juga bisa Anda gunakan, tapi hanya dalam jangka pendek saja, seperti membayar biaya semester.

Total Biaya Pendidikan Anak selama 9 Tahun yang Harus Disiapkan

Setiap orang tua pastinya akan mempersiapkan biaya pendidikan anak yang pasti jumlahnya berbeda-beda. Untuk yang belum pernah menyiapkan keuangan untuk pendidikan maka ada baiknya jika kita menggunakan tabungan yang kita miliki. Peraturan yang diberikan pemerintah adalah wajib belajar 9 tahun yang akan membuat kita sebagai orang tua akan berpikir banyak hal untuk dapat memberikan pendidikan ini pastinya akan menjadikan sebuah hal yang menarik.

Kemudahan untuk mengenyam pendidikan nampaknya tidak bisa dirasakan semua orang karena tidak semua orang bisa bersekolah dengan mudah. Tapi untuk yang memiliki keuangan baik maka mereka masih bisa mencicipi sekolah dengan kualitas yang baik. Salah satu yang paling banyak ditempuh adalah sekolah swasta. Biaya yang dibutuhkan memang besar akan tetapi kita harus bisa mengimbangkan akan kebutuhan kuliah dan juga kebutuhan pribadi. Anak yang akan mengenyam pendidikan ini pasti akan dengan mudah mendapatkan pengajaran dari sekolah.

Biaya memang menjadi persoalan terbesar bagi kita yang akan menyekolahkan anak kita, biaya pendidikan untuk anak memang setiap tahunnya akan naik sesuai dengan sekolah yang akan mereka tuju. Berikut ini ada beberapa rincian pembiayaan sekolah untuk anak mulai dari jenjang dasar sampai dengan ke tingkat tinggi. Ini adalah perkiraan untuk sekolah swasta antara lain:

  1. Sekolah dasar perkiraan selama 6 tahun sekolah akan memakan biaya sampai dengan 20 juta.
  2. Sekolah menengah pertama selama 3 tahun perkiraan akan memakan biaya 10 juta.
  3. Sekolah menengah atas selama 3 tahun perkiraan akan memakan biaya 15 juta.

Sejumlah biaya yang besar ini pasti akan terasa terbayar jika anak kita mampu memberikan hasil kuliah yang baik. Jangan pernah ada rasa takut akan biaya pendidikan anak karena jika kita mau berusaha akan ada jalan untuk mendapatkan biaya yang besar ini. Anak juga bisa kita ajukan ke beberapa beasiswa yang akan memberikan kemudahan dalam membuat anak bisa bersekolah dengan baik dan juga bersekolah dengan sesuai harapan.

Mengatur Keuangan Keluarga di Awal Pernikahan

Mengatur Keuangan Keluarga di Awal Pernikahan – Uang adalah hal penting dalam kehidupan sehati-hari. Ini sebabnya uang menjadi alat tukar yang sah sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah. Berbicara uang tentunya tidak lepas dengan pengaturan keuangan. Karena jika uang bisa teratur dengan baik maka kehidupan seseorang bisa menjadi lebih sejahtera. Akan tetapi tak semua orang bisa mengatur keuangannya dengan baik. Apalagi jika mereka baru saja melangsungkan pernikahan. Jika Anda tak ingin hal ini terjadi, sebaiknya Anda baca konsultasi keuangan keluarga berikut yang akan membahas mengenai cara mengatur keuangan di awal pernikahan.

Agar kehidupan Anda tetap sejahtera dari awal pernikahan, sebaiknya Anda terapkan beberapa tips berikut ini:

  • Sisihkan sedikit uang Anda untuk digunakan menabung. Minimal 20% dari pendapatan Anda. Kelak jika tabungan ini sudah terkumpul, Anda bisa menggunakannya untuk membeli suatu yang berharga. Seperti mobil, rumah atau investasi lain.
  • Jangan suka berfoya-foya dan berlebihan dalam berbelanja. Ini bisa merusak siklus keuangan keluarga kecil Anda dan menyebabkan hutang mulai muncul.
  • Buat rencana jangka panjang sehingga Anda termotivasi untuk menabung. Rencana jangka panjang ini bisa dalam waktu lima tahun ke depan atau bahkan lebih.
  • Selalu catat pengeluaran dan pendapatan Anda di dalam sebuah buku sehingga Anda mengetahui kemana arus uang Anda mengalir.
  • Jangan lupa menabung untuk pendidikan calon anak Anda kedepan.

Itulah beberapa tips yang perlu Anda jalankan agar cash flow dalam keluarga kecil Anda tetap lancar.

Pada awal menikah, disarankan untuk tidak menggunakan kartu kredit terlebih dahulu apabila belum membutuhkan sekali. Karena menurut beberapa lembaga konsultasi seputar keuangan keluarga mengatakan jika banyak pasangan yang baru saja menikah cenderung hidup konsumtif. Selain itu batasi juga kredit barang-barang lain agar tidak membebani keuangan Anda.

Sebenarnya banyak sekali tips konsultasi keuangan keluarga untuk pasangan yang baru saja menikah.

Tips-tips lainnya juga cenderung mudah dilakukan dan sudah pasti tak asing dalam pikiran Anda. diharapkan dengan membaca informasi ini Anda lebih maksimal dalam mengatur keuangan. Demikianlah informasi mengenai cara mengatur keuangan dalam keluarga Anda. Semoga informasi ini bisa menjadi referensi untuk Anda. Selamat mencoba! Simak artikel menarik lainnya di blog dwiaditya.

Inilah Kesalahan Dalam Mengelola Keuangan Keluarga

Beberapa kesalahan seringkali terjadi didalam mengelola keuangan. Dalam mengelolah keuangan rumah tangga peran wanita sama pentingnya dengan pria. Baik wanita sebagai ibu rumah tangga maupun wanita yang berpenghasilan sendiri seringkali melakukan kesalahan dalam mengelolah keuangannya. Banyak tips mengelola keuangan tidak digunakan oleh banyak orang sehingga mereka melakukan suatu kesalahan yang fatal akibatnya. Misalnya mereka terlilit hutang atau kehabisan uang pada akhir bulan dan lain sebagainya. Perlu diketahui beberapa kesalahan yang seringkali terjadi dalam mengelola keuangan.

  • Tidak membuat anggaran.

Membuat suatu anggaran merupakan hal yang paling utama untuk mengawali pengelolaan uang keluarga. Dengan mempunyai anggaran belanja, maka keuangan keluarga akan teratur dalam pengeluarannya dan alokasinya untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan.

  • Berbelanja tanpa melihat prioritas.

Setelah memperoleh gaji langsung mengeluarkan uang untuk berbelanja keperluan yang sifatnya bukan prioritas dan di luar anggaran. Misalnya membeli baju – baju karena ada diskon dan lain sebagainya yang seharusnya uang tersebut digunakan untuk pembayaran keperluan prioritas seperti berbelanja makanan pokok, membayar uang sekolah dan tagihan listrik.

  • Hanya mengelola uang untuk jangka pendek.

Tips mengelola keuangan yang beredar di berbagai media bukan hanya untuk saat ini atau bulan ini atau tahun ini saja. Akan tetapi perencanaan dilakukan untuk jangka panjang sangat penting dan harus dilakukan sejak dini.

  • Penggunaan kartu kredit yang salah.

Kartu kredit merupakan alat pembayaran, saat jatuh tempo pembayaran idealnya harus dibayar penuh. Menggunakan kartu kredit tapi tidak membayar penuh tagihan, hanya membayar sejumlah pembayaran minimum dapat dikenakan bunga yang sangat tinggi dan lebih tinggi dari investasi yang anda miliki.

  • Menyerahkan investasi kepada suami.

Selaku kepala keluarga suami dianggap lebih mengerti mengenai investasi, maka semua urusan investasi diserahkan kepada suami. Padahal dalam mengelola keuangan keluarga dan dalam berinvestasi dibutuhkan kerjasama antara suami dan istri. Untuk itu bagi seorang istri diharapkan memahami cara dan produk – produk investasi. Saat ini telah banyak informasi umum tentang investasi yang dapat diakses dengan mudah melalui media cetak dan media elektronik. Baca artikel lainnya di blog dwiaditya.

Baca artikel lainnya, Lihat rahasia cara tepat mengeola keuangan keluarga.

Lihat Rahasia Cara Tepat Mengelola Keuangan Keluarga

Pengaturan keuangan di dalam rumah tangga sangatlah penting untuk dilakukan bagi seseorang yang telah berkeluarga. Dengan menggunakan keuangan dengan baik dan bijaksana akan membuat keluarga terbebas dari perilaku hutang. Tentunya anda bertanya – tanya mengenai tips mengelola keuangan seperti apa yang harus dilakukan agar dapat memanajement keuangan keluarga dengan benar. Untuk mereka yang telah mempunyai penghasilan tetap barangkali tidak menjadikan masalah. Akan tetapi dikhawatirkan bagi yang mempunyai penghasilan yang minim atau bisa dikatakan belum mempunyai penghasilan yang tetap dan cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan akan mengalami krisis kemakmuran di dalam rumah tangga.

Lalu seperti apa tips mengelola keuangan yang baik dan mudah sehingga manajemen keuangan di dalam rumah tangga bisa di kerjakan dan di penuhi oleh keluarga di sela – sela kesibukan lain sebagai aktivitas rutin. Wajib untuk diketahui bahwa dalam mengatur keuangan bukanlah hal yang mudah, akan tetapi perlu pembelajaran yang bijak baik dari pengalaman pribadi ataupun dari pengalaman orang lain. Perlu untuk diperhitungkan pula mengenai bagaimana cara mengatur uang bulanan llau membuat sebuah daftrar belanja bulanan untuk rumah tangga. Daftar kebutuhan rumah tangga tersebut sudah menjadi hal yang layak untuk diprioritaskan pada kebutuhan vital. Perlunya mengesampingkan terlebih dahulu hal – hal yang sekiranya di luar jangkauan dari sisi penghasilan yang belum mencukupi. Misalnya seperti kebutuhan nonton bioskop, makan di restaurant dan lain – lain.

Di dalam mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan bijak perlunya proses belajar apalagi bagi mereka yang sudah terbiasa dengan pola hidup konsumtif atau suka berbelanja ketika belum berumah tangga atau yang berasal dari keluarga berada. Hal tersebut membuat sangat sulit untuk memanajemen keuangan keluarga. Maka dari itu perlunya membuat daftar tabel keuangan rumah tangga untuk menghindari kondisi finansial agar bisa diketahui dengan pasti apa – apa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu berhubungan dengan kebutuhan diluar dugaan yang akan terjadi yang pasti bisa saja hadir sewaktu – waktu. Lihat artikel menarik lainnya di blog dwiaditya.